Dua Tahun Prabowo-Gibran, Capaian Ekonomi Terus Dirasakan Masyarakat_x000D__x000D_

Oleh: Raka Wibisono*_x000D__x000D_Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, arah pembangunan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan hasil yang semakin relevan dengan kehidupan masyarakat. Capaian tersebut tidak hanya dapat dilihat dari indikator makroekonomi, tetapi juga dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga, membuka kesempatan kerja, mendorong investasi, melindungi daya beli, serta memastikan penerimaan negara kembali memberikan manfaat kepada masyarakat. Di tengah dinamika ekonomi global, konsistensi pemerintah menjaga fondasi ekonomi menjadi modal penting untuk membangun optimisme dan kepercayaan publik._x000D__x000D_Pakar Ekonomi Universitas Indonesia, Prof. Telisa Falianty, dalam sebuah dialog di stasiun televisi nasional, melihat kemampuan pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5 persen sebagai salah satu capaian penting. Menurutnya, secara makro stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga, bahkan mampu berada di atas 5 persen. Stabilitas tersebut menjadi fondasi bagi berbagai program pembangunan karena perekonomian yang tumbuh secara konsisten memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan agenda prioritas sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha._x000D__x000D_Capaian lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan menjaga inflasi. Dalam pandangan Telisa, tingkat inflasi saat ini relatif lebih terkendali dibandingkan periode ketika inflasi berada pada kisaran 6 hingga 8 persen. Rata-rata inflasi yang berada di sekitar 3 persen menunjukkan adanya upaya menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap relatif stabil. Kondisi tersebut menjadi penting karena stabilitas harga berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun terdapat sejumlah komoditas yang dapat mengalami kenaikan akibat faktor musiman, secara umum pemerintah dinilai mampu menjaga stabilitas harga di tengah berbagai gangguan rantai pasok._x000D__x000D_Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka yang berada pada angka 4,65 persen juga menjadi indikator penting. Telisa melihat tiga variabel makro utama, yakni pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan pengangguran, berada dalam kondisi yang relatif baik. Artinya, pertumbuhan ekonomi tidak berdiri sendiri, tetapi berjalan bersamaan dengan upaya menjaga stabilitas harga dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat._x000D__x000D_Perkembangan positif juga terlihat dari sisi kemiskinan dan ketimpangan. Telisa menyampaikan bahwa secara keseluruhan tren tingkat kemiskinan terus menurun. Sementara dari sisi ketimpangan, tren dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan perbaikan, meskipun dalam satu tahun terakhir terdapat sedikit kenaikan. Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi secara bertahap diarahkan agar manfaat pertumbuhan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat._x000D__x000D_Kebijakan pemerintah juga mulai mengarah pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan investasi. Telisa menilai program-program prioritas telah menunjukkan perbaikan dan terus disempurnakan. Hal yang paling penting adalah memastikan multiplier effect pembangunan dapat dirasakan masyarakat melalui akses pekerjaan, harga yang terjangkau, serta meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memiliki tabungan. Upaya pemerintah mendatangkan investasi, menjaga tarif listrik agar tidak meningkat, serta mempertahankan keberlanjutan fiskal menjadi bagian dari kebijakan yang mendukung tujuan tersebut._x000D__x000D_Tenaga Ahli Bakom RI, Fithra Faisal, melihat adanya perubahan struktur dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika sebelumnya konsumsi menjadi salah satu penopang utama, kini investasi mulai memiliki peran yang semakin besar. Perubahan tersebut menunjukkan adanya transformasi dalam struktur perekonomian nasional. Investasi yang masuk membuka peluang bagi pembangunan industri dan penciptaan nilai tambah sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada konsumsi masyarakat._x000D__x000D_Menurut Fithra, potensi investasi yang besar juga menunjukkan bahwa roadmap pembangunan Indonesia ke depan semakin diarahkan pada penciptaan nilai tambah. Komitmen investasi dari berbagai negara menjadi modal untuk memperkuat fondasi ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja. Namun, manfaat investasi harus terus diarahkan agar semakin inklusif, terutama bagi wilayah dan kelompok masyarakat yang masih menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran._x000D__x000D_Di sinilah pentingnya kebijakan pemerintah yang menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan. Fithra menegaskan bahwa uang pajak yang dikumpulkan dari masyarakat pada akhirnya dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai sektor prioritas, seperti pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, dan ketahanan pangan. Prinsip tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak semata-mata mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan kembali kepada masyarakat._x000D__x000D_Bagi kelas menengah, pendekatan yang diperlukan adalah penciptaan kesempatan ekonomi. Fithra menilai penguatan kelas menengah tidak cukup dilakukan melalui bantuan sosial, melainkan melalui penciptaan lapangan kerja formal. Industrialisasi menjadi salah satu jalan untuk membuka ruang pekerjaan sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat._x000D__x000D_Pada akhirnya, dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dapat dibaca sebagai fase konsolidasi dan transformasi ekonomi. Stabilitas pertumbuhan, pengendalian inflasi, penurunan pengangguran dan kemiskinan, penguatan investasi, serta keberlanjutan program prioritas menunjukkan arah pembangunan yang semakin berorientasi pada manfaat masyarakat. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan kebijakan yang sudah berjalan semakin kuat di tingkat lapangan. _x000D__x000D_Penguatan pelaksanaan program, perluasan akses pekerjaan, pemberdayaan UMKM, peningkatan kemudahan berusaha, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga pelatihan akan semakin memperkuat manfaat capaian makro bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dan penyempurnaan kebijakan secara berkelanjutan, transformasi ekonomi diharapkan semakin membuka peluang, menghadirkan kesejahteraan, serta memperkuat optimisme dan kepercayaan masyarakat terhadap arah pembangunan nasional._x000D__x000D_*Penulis merupakan Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik_x000D_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *