Selain isu kemanusiaan, PUIC ke-19 juga membawa dampak nyata dalam hubungan bilateral. Pertemuan Puan Maharani dengan Wakil Ketua DPR Republik Ceko, Jan Skopecek, menjadi contoh bagaimana konferensi ini menjadi ajang memperluas kerja sama lintas kawasan. DPR RI mendorong penguatan hubungan Indonesia-Ceko, terutama dalam bidang ekonomi hijau, perdagangan karbon, serta kerja sama pertahanan melalui transfer teknologi dan kolaborasi akademik. Bahkan, kerja sama sister city antara Yogyakarta dan Hluboká nad Vltavou turut dibahas sebagai wujud diplomasi antarmasyarakat yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Manfaat dari penyelenggaraan PUIC ke-19 bagi Indonesia sangatlah besar. Dari sisi diplomasi, posisi Indonesia sebagai pemimpin forum ini memperkuat kredibilitas dan peran strategisnya sebagai negara Muslim demokratis terbesar di dunia. Dari segi ekonomi, berbagai peluang kerja sama yang dibuka, termasuk di sektor perdagangan, energi hijau, dan teknologi pertahanan, menunjukkan bahwa forum ini mampu menghadirkan dampak konkret bagi pembangunan nasional. Lebih jauh lagi, konferensi ini menjadi ajang promosi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan kerja sama lintas bangsa.

Selain itu, keterlibatan aktif Indonesia dalam forum PUIC juga berperan penting dalam penguatan peran parlemen sebagai aktor diplomasi. Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menyampaikan bahwa konferensi ini mengangkat berbagai isu strategis seperti kemerdekaan Palestina, partisipasi perempuan dan generasi muda, serta pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, tema utama konferensi tahun ini, yaitu Good Governance and Strong Institutions as Pillars of Resilience, sejalan dengan visi Indonesia untuk membangun ketahanan nasional dan global melalui tata kelola yang baik dan lembaga yang kuat.

Lebih dari itu, PUIC ke-19 menandai langkah penting dalam menjadikan parlemen Indonesia sebagai pusat diplomasi global. Melalui forum ini, Indonesia tidak hanya menyuarakan kepentingan nasionalnya, tetapi juga menjadi juru bicara dunia Islam dalam isu-isu global yang menyangkut perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan umat manusia. Forum ini juga menjadi platform untuk menggalang dukungan internasional terhadap posisi Indonesia dalam berbagai perundingan multilateral, serta memperluas jejaring kerja sama dengan negara-negara non-OKI yang memiliki kepentingan strategis.

Dengan menjadi tuan rumah PUIC ke-19, Indonesia membuktikan bahwa kekuatan diplomasi tidak hanya berada di tangan eksekutif, tetapi juga di parlemen. Dan dalam dunia yang terus menghadapi tantangan besar, dari krisis kemanusiaan hingga disrupsi iklim dan konflik geopolitik, konferensi ini adalah bukti nyata bahwa diplomasi parlemen dapat menjadi jembatan menuju dunia yang lebih damai dan berkeadilan. Indonesia, dengan semangat gotong royong dan komitmen terhadap perdamaian dunia, kembali menegaskan bahwa kepemimpinan global adalah tanggung jawab yang dijalani dengan visi dan aksi nyata.

;Indonesia,nasional,news,update;Opini;https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/05/14/verrell-dan-uya-kuya-bicara-solidaritas-untuk-kemerdekaan-palestina-dwi-rahmawatidetikcom-1747194974811_43.jpeg?w=700&q=90 Dorong Kerja Sama Pertahanan, Hubungan Indonesia-Turki Makin Akrab di PUIC ke-19;Jakarta – Pertemuan ke-19 Persatuan Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, menjadi momentum penting bagi penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki, khususnya dalam sektor pertahanan dan ekonomi.