Selain menjadi panggung bagi eksekutif, konferensi ini juga memperkuat peran legislatif dalam diplomasi internasional. DPR RI, sebagai tuan rumah, memainkan peran sentral dalam penyelenggaraan konferensi. Di bawah kepemimpinan Ketua DPR RI, Puan Maharani, parlemen Indonesia menunjukkan kapasitasnya dalam memfasilitasi pertemuan berskala besar dan strategis.
Pada pembukaan konferensi, Presiden Prabowo menyampaikan pesan penting tentang solidaritas dan transformasi dunia Islam. Pada awal kepemimpinannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga penggerak inisiatif kolaboratif antarnegara Islam. Ia menekankan pentingnya membangun institusi yang tangguh dan tata kelola yang akuntabel sebagai pondasi bagi pembangunan berkelanjutan dan perdamaian dunia.
Dengan membawa semangat inklusif dan kolaboratif, Indonesia menawarkan dirinya sebagai jembatan antara dunia Islam dan komunitas internasional. Presiden Prabowo juga menggarisbawahi bahwa kerja sama antarparlemen dapat menjadi kekuatan moral dan politik dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil dan berkeadaban.
Sementara itu, Puan memposisikan konferensi ini bukan sekadar forum simbolik, tetapi sebagai ajang untuk menghasilkan komitmen nyata dari negara-negara Islam dalam menjawab persoalan global. Puan mendorong hasil konferensi tidak berhenti di meja perundingan, melainkan menjadi kebijakan nyata yang berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat. Menurutnya, parlemen memiliki kekuatan unik untuk mendorong perubahan sistemik, terutama dalam isu-isu seperti kemerdekaan Palestina, ketimpangan pembangunan, dan pemberdayaan kelompok rentan.
DPR RI juga memanfaatkan konferensi ini untuk memperkuat jejaring kerja sama parlemen, membuka peluang dialog lintas budaya dan agama, serta mempromosikan nilai-nilai moderasi Islam Indonesia kepada dunia. Dengan semangat “Indonesia sebagai rumah besar dunia Islam yang toleran dan demokratis”, parlemen Indonesia mendorong kolaborasi yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan umat.
Konferensi PUIC ke-19 ini memiliki arti khusus karena bertepatan dengan peringatan 25 tahun berdirinya PUIC sejak didirikan pada tahun 1999. Momen ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang kerja sama antarparlemen Muslim serta evaluasi atas tantangan yang masih dihadapi. Dalam forum ini, akan dibahas isu-isu prioritas mulai dari konflik Palestina, penguatan ekonomi syariah, krisis kemanusiaan di berbagai wilayah Muslim, hingga integrasi teknologi dalam tata kelola publik.
Hasil utama dari konferensi ini diharapkan tertuang dalam Deklarasi Jakarta. Sebuah dokumen strategis yang memuat komitmen kolektif untuk memperkuat institusi demokrasi, memperjuangkan hak asasi manusia, serta membangun sistem pemerintahan yang tangguh terhadap krisis. Deklarasi ini diharapkan bisa menjadi panduan moral dan politik bagi negara-negara Islam dalam menjalankan peran mereka di kancah global.
Buka Konferensi PUIC ke-19, Indonesia Dorong Penguatan Solidaritas Parlemen di Kancah Internasional
Oleh : Rika Prasatya )* Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyelenggarakan Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau dikenal dengan Persatuan Parlemen Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 12-15 Mei 2025. Konferensi ini tidak hanya menghadirkan anggota parlemen, Continue Reading
Indonesia Tuan Rumah Konferensi PUIC ke-19, Presiden Prabowo Siap Dorong Perdamaian Global
JAKARTA — Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera menegaskan bahwaPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri pembukaan Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025). “Pak Prabowo Insya Allah confirm akan hadir, tentu Continue Reading
DPR RI Tegaskan Komitmen Peningkatan Akses Air Bersih dan Pemberdayaan Pemuda di Forum PUIC ke-19
Jakarta – DPR RI kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendorong kerja sama multilateral yang berfokus pada isu-isu strategis global melalui partisipasinya dalam Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC). Dalam forum yang berlangsung di Jakarta pada 12–15 Mei 2025, DPR RI menekankan pentingnya penyediaan akses air bersih, Continue Reading