Selain pertahanan, Mardani juga menekankan pentingnya percepatan perjanjian perdagangan bebas (FTA) Indonesia–Turki. Posted on May 14, 2025 by bangkalanpost@gmail.com
PUIC ke-19 juga tidak semata-mata membicarakan isu ekonomi dan pertahanan. Agenda yang tak kalah penting adalah kemanusiaan, terutama terkait konflik yang menimpa rakyat Palestina dan Kashmir. Dalam 12th Conference of Muslim Women Parliamentarians, anggota BKSAP DPR RI Melly Goeslaw menyuarakan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di kedua wilayah tersebut. Posted on May 14, 2025 by bangkalanpost@gmail.com
Melly mengingatkan bahwa perempuan dan anak-anak selalu menjadi kelompok paling rentan dalam setiap konflik bersenjata. Dalam pidatonya, ia mengutip data Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyatakan lebih dari 15 ribu anak-anak dan lebih dari 8 ribu perempuan menjadi korban jiwa sejak eskalasi terakhir di Gaza. Suara Melly mewakili hati nurani bangsa Indonesia yang selalu berada di sisi korban sipil dan kemanusiaan. Posted on May 14, 2025 by bangkalanpost@gmail.com
Pernyataannya tentang kondisi Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang rusak berat karena serangan menjadi simbol betapa rapuhnya infrastruktur kemanusiaan di wilayah konflik. Dalam kondisi seperti itu, Indonesia memilih untuk tidak tinggal diam. Melly menegaskan komitmen Indonesia dalam mengadvokasi gencatan senjata, pembukaan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, hingga pengiriman kapal medis ke wilayah konflik. Posted on May 14, 2025 by bangkalanpost@gmail.com
Sikap Indonesia ini tidak hanya memperkuat posisi diplomatiknya dalam dunia Islam, tetapi juga menjadi cerminan dari watak politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada perdamaian. Komitmen ini juga menegaskan bahwa diplomasi parlemen tidak bersifat simbolik belaka, tetapi dapat menghasilkan langkah konkret untuk mendorong keadilan dan solidaritas internasional. Posted on May 14, 2025 by bangkalanpost@gmail.com
Di saat banyak negara Muslim terjebak dalam konflik internal atau saling curiga, PUIC ke-19 justru menjadi panggung yang membuktikan bahwa dialog antarparlemen mampu menjembatani perbedaan dan melahirkan solusi kolektif. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi politik, merumuskan kesepahaman, dan mengonsolidasikan kekuatan bersama, baik di bidang pertahanan, ekonomi, maupun kemanusiaan. Posted on May 14, 2025 by bangkalanpost@gmail.com
Keberhasilan Indonesia dalam memfasilitasi pertemuan ini juga mencerminkan kapasitas diplomasi parlementer yang matang. Delegasi Indonesia tidak hanya bersuara, tetapi juga menawarkan solusi nyata, penyelesaian FTA, hingga advokasi kemanusiaan. Ini membuktikan bahwa kekuatan diplomasi tidak melulu berada di tangan eksekutif, tetapi juga dapat tumbuh kuat di ranah legislatif. Posted on May 14, 2025 by bangkalanpost@gmail.com
Oleh karena itu, penting untuk menjaga semangat dan hasil dari PUIC ke-19 ini agar tidak berhenti pada dokumen akhir dan pidato forum semata. Tindak lanjut terhadap kerja sama konkret, seperti penguatan industri pertahanan bersama Turki dan penyelesaian FTA, harus menjadi agenda prioritas. Begitu pula dengan komitmen dalam isu kemanusiaan, perlu ada tindak lanjut dari negara-negara anggota OKI agar aksi nyata benar-benar terjadi di lapangan. Posted on May 14, 2025 by bangkalanpost@gmail.com
Ke depan, mari kita jaga semangat dialog dan kolaborasi yang telah terbangun dalam PUIC ke-19. Jangan biarkan keberagaman pandangan memecah semangat kebersamaan. Justru di tengah kompleksitas dunia saat ini, menjaga situasi tetap kondusif adalah fondasi penting untuk melanjutkan perjuangan kita bersama, baik dalam menjaga perdamaian, memperkuat kerja sama, maupun menegakkan keadilan bagi sesama manusia. Posted on May 14, 2025 by bangkalanpost@gmail.com
)* Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia Posted on May 14, 2025 by bangkalanpost@gmail.com