Koperasi Merah Putih Dorong Lapangan Kerja dari Desa

Jakarta, – Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus pencipta lapangan kerja baru. Program ini dinilai strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Direktur Eksekutif Center for Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menegaskan bahwa koperasi harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih luas, bukan sekadar entitas usaha yang berdiri sendiri.

“Koperasi bukan bekerja hanya untuk koperasi, tapi untuk menggerakkan ekonomi dasar. Jadi semestinya ada efek multiplier-nya termasuk terhadap penciptaan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Menurut Faisal, Kopdes Merah Putih memiliki potensi besar sebagai agregator ekonomi desa. Koperasi dapat menghimpun hasil produksi pelaku usaha kecil dan menengah di desa, kemudian menyalurkannya ke pasar yang lebih luas atau kepada pembeli skala besar (offtaker). Skema ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektor distribusi dan pengolahan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas dan meningkatkan daya saing produk desa. Dengan sistem yang terintegrasi, koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha, tetapi juga penggerak utama aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

Sementara itu, pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada, Tadjudin Nur Effendi, menilai bahwa Kopdes Merah Putih memiliki dampak signifikan dalam menciptakan pemerataan lapangan kerja di pedesaan.

“Kopdes itu berpotensi menciptakan peluang kerja di pedesaan bagi anak-anak desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini peluang kerja di desa, khususnya di luar sektor pertanian, masih terbatas. Kehadiran koperasi menjadi solusi konkret untuk menyerap tenaga kerja lokal yang belum terserap di sektor formal.

Pemerintah sendiri telah menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan Kopdes Merah Putih melalui berbagai langkah strategis, termasuk proses rekrutmen nasional sebanyak 30.000 manajer koperasi pada April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi agar mampu beroperasi secara profesional dan berkelanjutan.

Effendi menambahkan bahwa ketika target operasional hingga 80 ribu koperasi tercapai, potensi penciptaan lapangan kerja dapat mencapai sekitar 400 ribu orang. Angka tersebut menjadi peluang besar dalam mengurangi pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan.

“Pemerataan lapangan kerja bisa terwujud dan tenaga kerja yang selama ini menganggur dapat terserap. Ini menjadi langkah luar biasa bagi pembangunan desa,” jelasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat, Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat paling dasar, yaitu desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *