Lewat CKG, Kesehatan Berkualitas Ditingkatkan dengan Deteksi Dini

Jakarta – Pemerintah berkomitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini semakin diperluas jangkauannya.

Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong deteksi dini berbagai penyakit, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efisien.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya melakukan cek kesehatan gratis (CKG) minimal satu kali dalam setahun. Hal tersebut sebagai langkah pencegahan penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

“Cek kesehatan gratis minimal setahun sekali itu semua orang harus lakukan. Kenapa?, karena kematian paling tinggi itu stroke, jantung, dan ginjal,” kata Menkes.

Menkes menyampaikan, berdasarkan data pihaknya, stroke menjadi penyebab kematian tertinggi dengan sekitar 350 ribu kasus per tahun. Disusul penyakit jantung 250–300 ribu kasus, kemudian kanker dan penyakit ginjal sebagai penyebab kematian berikutnya.

“Stroke itu 300 ribu, jantung 250 ribu, kanker 234 ribu. Itu penyakit-penyakit kronis yang sebenarnya kita punya waktu 5 sampai 6 tahun sebelum kondisi menjadi fatal,” ucap Menkes Budi.

Selain pemeriksaan rutin, ia juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga teratur. Pemerintah, lanjut Budi, telah menyiapkan program CKG yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini

“WHO bilang 30 menit sehari, lima hari seminggu sampai seumur hidup. Itu harus konsisten,” kata Menkes Budi.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan pihaknya mengintegrasikan skrining mata dalam Program CKG 2026 dan memastikan layanan operasi katarak dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kondisi ini mengancam produktivitas nasional, khususnya kelompok usia lanjut (lansia). Data Kemenkes menunjukkan katarak menjadi penyebab utama kebutaan penduduk usia di atas 50 tahun yakni sebesar 81,2 persen.

“Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka,” ujar Wamenkes Dante.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga terus meningkat. Di sejumlah daerah, pelaksanaan CKG mendapat respons positif karena memudahkan akses layanan kesehatan tanpa biaya.

Ke depan, pemerintah akan terus mengoptimalkan sosialisasi dan integrasi layanan CKG dengan program kesehatan lainnya. Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, CKG diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *